Health

Ternyata Begini lah, Risiko yang Ditimbulkan Jika Ibu Hamil Terpapar Abu Vulkanik Gunung Berapi.

 

Gunung Agung di Bali hingga kini terus mengeluarkan abu vulkaniknya. Ngomong soal abu vulkanik, kita semua tahu kalau partikel penyusun abu vulkanik berbahaya jika dihirup. Kalau buat ibu hamil, apa dampaknya ya?

Menurut dr Boedi Swidarmoko SpP(K), jika abu vulkanik terhirup oleh ibu hamil, akan ada risiko terkena penyakit saluran pernapasan seperti bronkhitis. Jika berlanjut, bronkus (kaliber jalan pernapasan) akan mengecil.

“Akibatnya oksigen yang diambil dari udara dan dibawa ke seluruh tubuh ibu hamil akan berkurang. Sehingga akan mengganggu pertumbuhan janin tersebut,” kata dr Boedi di sela-sela acara live chat detikHealth ‘Cegah Penularan TBC’, di kantor detikcom, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Kata dr Boedi, nggak ada risiko cacat atau bayi lahir prematur jika terapi dilakukan dengan baik dan benar. Kalau nggak benar, nanti pertumbuhan tubuh janinnya nggak sesuai dengan harapan. Misalnya berat badan lahirnya kurang.

“Untuk itu, ibu hamil yang terpapar abu vulkanik harus segera mungkin ditangani. Selain itu, dilakukan juga langkah-langkah seperti evakuasi, memakai masker.

dr Boedi bilang, ibu hamil tersebut juga perlu diberikan terapi berdasarkan batuknya. Nantinya, dokter akan melihat batuknya normal atau nggak. Jika nggak, dikhawatirkan bakal berpengaruh pada janin.

“Guna menanggulanginya, langkah yang pertamanya, kita berikan obat-obat untuk mengeluarkan debu vulkanik dan juga dahak yang terkumpul di saluran pernapasan. Tapi, kalau sudah terpapar lama, ibu hamil perlu diberi tindakan endoskopi atau bronkoskopi. Hal ini karena pembersihan saluran napas adalah cara yang lebih efektif,” papar dokter yang berpraktik di Mayapada Hospital ini.

Sumber : Hai bunda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Cewe Kece memberikan informasi tentang cewe

Biar tetap kece tak tertinggal terus update

Copyright © 2017 Cewe Kece

To Top