Insight

Cara Fokus dalam Bekerja agar Lebih Produktif

Cara Fokus dalam Bekerja agar Lebih Produktif

Seiring dengan Komitmen kita Resolusi di tahun 2020, maka kita harus lebih mempertajam lagi fokus kita dan lebih memahami apa arti dari produktivitas itu sendiri.

Cara Fokus dalam Bekerja agar Lebih Produktif

Cara Fokus dalam Bekerja agar Lebih Produktif

Menjadikan Pekerjaan dengan Hati

Salah satu penyebab kita kehilangan fokus saat bekerja adalah ketika kita merasa bosan dan terjebak dalam rutinitas. Sehingga kita akan coba mencari pelarian dengan melakukan aktivitas lainnya, di mana salah satunya adalah membuka social media atau bergosip di whatsapp.

Agar kita bisa tetap fokus, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memaknai dengan sungguh – sungguh setiap kerja yang kita lakukan.

Kisah tiga penyusun batu bata ini mungkin bisa memberikan pemahaman yang tepat.

Alkisah ada 3 orang penyusun batu bata yang ditugaskan untuk membantu proyek pembangunan sekolah di sebuah desa. Penyusun batu pertama berwajah murung, penyusun batu kedua berwajah serius, dan penyusun batu ketiga berwajah gembira.

Saat ditanya mengapa, ternyata letak perbedaannya ada di cara mereka memaknai pekerjaan tersebut.

Penyusun batu pertama memaknainya dengan, “kalau saja saya lagi ga butuh uang, saya ga mau deh ngerjain pekerjaan ini.”

Penyusun batu kedua memaknainya dengan, “saya harus mengerjakannya dengan teliti, siapa tau nanti saya diminta kerja lagi di tempat lain.”

Penyusun batu ketiga memaknainya dengan, “saya harus mengerjakannya dengan yang terbaik, karena bangunan ini kelak dipakai untuk melahirkan para pemimpin yang akan memperbaiki bangsa ini.”

Manakah yang sekiranya melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan fokus? Tentu saja penyusun batu bata ketiga. Padahal kerjaannya hanya menyusun batu bata saja, tetapi dengan kemampuan memaknai yang sangat dalam, pekerjaan itu menjadi terasa begitu penting bagi dirinya.

Cara Fokus dalam Bekerja agar Lebih Produktif

Sama dengan kita dalam kerja, kemampuan kita untuk memaknai pekerjaan yang kita lakukan akan menentukan seperti apa fokus kerja kita.

Membuat dan Komitmen keras terhadap Jadwal Kerja

Cara yang efektif untuk diri saya agar lebih fokus dalam kerja adalah dengan membuat Jadwal Kerja yang jelas. Misalnya, dari hari Senin – Jumat, pukul berapa sampai berapa saya harus fokus bekerja.

Misalkan bagi kebanyakan orang menetapkan pukul 08.00 – 16.00. Maka jadikanlah jadwal itu sebagai komitmen untuk hanya bekerja. Bagi yang freelance, Anda bisa menetapkan jadwal kerja dengan lebih bebas lagi.

Saya biasa menetapkan jadwal kerja dari pukul 09.00 -17.00. Maka di jam itu saya akan sangat sibuk untuk melakukan riset, menulis, mengajar, memberikan training, atau menciptakan karya – karya tertentu.

Tapi, bagaimana apabila tiba – tiba ada rekan kita yang minta tolong atau ngajak kita hangout dan membuat kita meninggalkan pekerjaan kita? Di sini kita lah yang bisa menilainya kapan bisa meninggalkan pekerjaan dan tidak.

Apabila ajakan tersebut bisa di reschedule, maka buatlah jadwal setelah jam kerja atau menyusul teman kita setelah jam kerja. Apabila tidak bisa di reschedule, pastikan Anda sudah mengerjakan semua hal paling penting di hari itu. Relationship dan Work Result adalah dua hal yang sama pentingnya di Indonesia. Jadi seimbangkanlah keduanya.

Siapkan Headset (Untuk Fokus)

Memiliki headset adalah salah satu upaya memberitahu ke kolega kita bahwa, “woy gue lagi gabisa diganggu. Nanti aja kalo udah selesai.” Menyiapkan headset ini merupakan salah satu nasihat terbaik saat kita kerja di ruang terbuka (open space) di mana dalam satu ruangan bercampur banyak orang di dalamnya.

Jadi tidak ada salahnya apabila Anda mencoba untuk sedikit berinvestasi membeli headset.

Mencari Tempat yang Kondusif untuk Bekerja

Ada orang yang suka bekerja dalam keramaian, namun tidak sedikit orang yang bisa bekerja dalam keadaan tenang dan sepi. Masalahnya, banyak orang yang mendapatkan tempat kerja berkebalikan dari kenyamanan cara kerjanya.

Ada orang yang suka dalam keramaian tetapi tempat kerjanya mendapatkan ruangan sendiri dan akhirnya membuat dia kesepian dan produktivitasnya turun. Ada juga orang yang suka bekerja di tempat sepi namun malah bekerja di open space yang selalu mempertemukannya dengan orang lain.

Apabila hal yang Anda dapatkan seperti ini, maka carilah tempat yang memang betul – betul kondusif. Dulu saya pernah mendapatkan ruang kerja dalam bentuk open space, di mana satu ruangan berisi 6 orang dan sangat talkative. Saya sempat bingung karena pekerjaan saya jadi sulit selesai.

Akhirnya saya mencari dan menemukan spot di kantor yang bisa dipakai kerja dengan asyik. Salah satunya bahkan di perpustakaan (yang membuat saya harus keluar gedung). Namun untuk produktivitas kerja, saya rasa itu tidak apa – apa.

Memberikan Contoh Working Culture Kita

Setiap orang memiliki kultur kerjanya masing – masing. Teman saya ada yang memiliki kultur kerja di mana ke kantor adalah untuk menjalin relasi dengan kolega dan atasan, sementara pekerjaan lainnya diselesaikan di rumah. Ada juga orang yang memang kultur kerjanya tidak mau bawa tugas ke rumah, jadi semuanya diselesaikan di kantor.

Saya termasuk orang yang tidak ingin membawa pekerjaan kantor ke rumah. Maka, saya tunjukkan kepada kolega bahwa saya sangat fokus ketika bekerja di kantor. Saya pakai headset, saya selalu beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang belum selesai. Hingga orang – orang yang mengenal kultur kerja saya pun menjadi segan secara otomatis untuk menyapa saya.

Jadi, jika Anda ingin lebih fokus bekerja coba buat kultur kerja Anda, berikan contoh kepada kolega kerja Anda, maka mereka akan paham kapan waktu yang tepat untuk ‘mengganggu’ Anda.

Itulah uraian yang membahas mengenai produktivitas di tempat kerja.

Semoga bermanfaat untuk membuat hidup Anda lebih bahagia, berprestasi, dan berdampak bagi sekitarnya.

Disclaimer : Arry Rahmawan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

Cewe Kece memberikan informasi tentang cewe

Biar tetap kece tak tertinggal terus update

Copyright © 2018 Cewe Kece

To Top

Kamu Sedang Offline