Bulan Ramadhan

Tips Bugar & Sehat Di Bulan Puasa

Ketika Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Berpuasa sendiri adalah kegiatan yang bertujuan untuk menahan hawa dan nafsu duniawi manusia. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar sebagai salah satu kewajiban puasa, badan bisa terasa lebih lemas dan kurang bertenaga. Ditambah lagi ketika kita harus tetap bekerja atau beraktivitas selama berpuasa.

Tips Bugar & Sehat Di Bulan Puasa

Menjaga pola makan pun menjadi terasa sulit karena seringkali perut merasa ingin mengonsumsi lebih banyak makanan dibandingkan di bulan-bulan lainnya.

Puasa Ramadan selain untuk ibadah juga mempunyai banyak manfaatnya bagi kesehatan. Supaya kedua tujuan itu dapat tercapai, maka perlu ada pengaturan pola makan secara khusus. Terutama mengatur asupan gizi saat berbuka dan sahur. Hal tersebut harus dilakukan agar bisa tetap sehat dan bisa menjalankan puasa dengan baik.

Pola makan ketika berbuka puasa Harus Dijaga

Seringkali Selama berpuasa terjadi perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari. Perubahan frekuensi makan tersebut akan berdampak pada penurunan berat badan yang cukup signifikan terhadap berat badan tubuh. Hal tersebut terjadi karena saat puasa kita akan menurunkan jumlah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.  Oleh karena itu, dalam seminggu pertama umumnya akan terjadi penurunan berat badan karena tubuh belum terbiasa dengan pola makan baru yang kita terapkan saat berpuasa.

Tips Bugar & Sehat Di Bulan Puasa

Namun Tahukah anda..? Jika mengonsumsi Nutrisi Yang Tepat, kebutuhan gizi kita selama berpuasa akan tetap terjaga. Terlebih lagi, pengaturan nutrisi yang baik serta manajemen waktu makan yang tepat selama berpuasa akan meningkatkan performa tubuh selama kita berpuasa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah oleh siapapun yang berpuasa.

Saat berbuka, akan lebih baik bila kita tidak terburu-buru untuk mengonsumsi makanan berat maupun makanan dalam jumlah besar. Dianjurkan untuk makan tanpa tergesa-gesa karena apabila tidak, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan.

Jenis makanan yang tepat untuk di konsumsi adalah makanan manis dalam jumlah secukupnya. Makanan manis seperti kolak pisang, jelly dan buah-buahan terutama kurma sangat dianjurkan saat memulai buka puasa.

Karbohidrat sederhana lebih mudah dicerna oleh tubuh untuk menggantikan cadangan gula darah yang terpakai saat berpuasa. Pengertian karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang terdiri dari satu atau dua molekul gula. Karbohidrat sederhana adalah sumber energi yang cepat diolah tubuh. Karena lebih cepat dicerna tubuh, karbohidrat sederhana dapat meningkatkan kadar glukosa darah seseorang dengan cepat beberapa saat setelah dikonsumsi.

Upayakan Mengatur waktu makan ketika berbuka puasa

Beberapa saat setelah itu berilah jangka waktu antara makanan pembuka dengan makanan utamanya. Sebaiknya, makanan utama yang dikonsumsi memiliki komposisi makronutrisi yang lengkap dan seimbang antara protein, karbohidrat, dan lemak, yang bersumber dari bahan alami serta cara pengolahan yang baik. Buah dan sayur juga harus selalu dikonsumsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan karena mengandung banyak serat dan vitamin.

Sekitar 30 menit setelah awal berbuka,  makan malam seperti saat tidak berpuasa dapat dilakukan seperti biasa. Saat makan malam, jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi adalah makanan lengkap yang mengandung karbohidrat kompleks. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, mengandung karbohidrat yang struktur kimianya terdiri dari tiga molekul gula atau lebih yang biasanya saling terikat dalam suatu rantai molekul.

Karena molekulnya lebih kompleks, apabila dibandingkan dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna tubuh. Karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh, karbohidrat kompleks itu sendiri menyebabkan terjadinya kenaikan glukosa darah seseorang akan tetapi hal tersebut terjadi lebih lambat beberapa saat setelah dikonsumsi apabila dibandingkan dengan efek mengkonsumsi karbohidrat sederhana.

Saat berbuka puasa, ada juga konsumsi cairan yang harus dihindari. Agar perut tidak kaget, akan lebih baik untuk menghindari minum-minuman dingin saat berbuka. Es yang dikonsumsi saat berbuka dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi tidak dapat disantap, hal tersebut mengakibatkan akan mengurangnya asupan zat gizi yang sangat diperlukan tubuh untuk memulihkan stamina yang terkuras saat menjalankan puasa.

Membiasakan Menjaga pola makan ketika sahur

Pada saat sahur, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang sekadar praktis dan mengenyangkan karena makanan sahur sangatlah penting. Komposisi makanan yang dikonsumsi kurang lebih sama dengan makanan utama saat berbuka puasa. Sedikit perbedaan terletak pada porsi sayuran. Saat sahur, sebaiknya lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah dengan kandungan serat yang tinggi agar dapat membantu memberi rasa kenyang lebih lama.

Makanan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, jagung, dan umbi, lalu dan makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayuran, serta yang mengandung protein tinggi seperti susu, telur, dan daging merah adalah makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi sebagai penyedia energi jangka panjang. Pada saat sahur juga tidak disarankan mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan, dengan tujuan menabung makanan. Konsumsi berlebihan justru memperburuk kondisi tubuh di siang hari dan menyebabkan rasa lapar yang berlebih pada tubuh.

Baca Juga : Amalan Harian Muslimah di Bulan Suci Ramadhan

Jenis Makanan yang perlu dihindari ketika Santap sahur

Ada beberapa makanan yang harus dihindari saat sahur, yang pertama adalah makanan berminyak dan berlemak serta tinggi garam. Pada umumnya makanan tersebut terdapat pada makanan bersantan, daging berlemak, gorengan, jeroan, dan makanan cepat saji, yang dapat menyebabkan kesehatan memburuk jika dikonsumsi berlebihan. Makanan dengan lemak dan minyak berlebih dapat menyebabkan kelesuan dan kelelahan. Selain itu, makanan dengan asupan garam yang berlebih pada saat sahur dapat meningkatkan kehausan pada saat puasa.

Makanan pedas berbahan dasar cabai dan bumbu rempah-rempah dinilai cukup menggiurkan, apalagi ketika saat disantap pada saat sahur nagi mayoritas rakyat Indonesia. Akan tetapi, sudah saatnya untuk menghindari makanan jenis ini selama berpuasa, terlebih lagi saat ingin menyantap makanan sahur, makanan pedas yang dikonsumsi tersebut dinilai dapat menyebabkan rasa mulas berlebih akibat gesekan pada lapisan permukaan lambung yang menjadi lebih rapuh serta mengalami luka.

Selain makanan, ada juga beberapa minuman yang seperti kopi sebagai minuman harus dihindari pada saat sahur. Hal ini karena minuman yang mengandung kafein bersifat diuretik yang akan merangsang tubuh kita menjadi dapat kehilangan air lebih cepat melalui buang air kecil. Maka dari itu, akan lebih baik untuk minum air mineral yang banyak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi cairan pada saat sahur.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

Cewe Kece memberikan informasi tentang cewe

Biar tetap kece tak tertinggal terus update

Copyright © 2018 Cewe Kece

To Top

Kamu Sedang Offline